Nama “Al-Azhar Asy-Syarif” yang disematkan tersebut pada madrasah ini adalah merupakan sebuah i’tikad dan do’a serta harapan segenap citivitas mayasya agar bisa manhaj tersebut merupakan dasar dalam segala kebijakan di mayasya. Prof. DR. Quraiys Shihab, MA, Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional (IAAI) cabang Indonesia dalam sambutannya sewaktu bersilaturahmi dengan segenap citivitas al azhar asy syarif Indonesia pada tahun lalu menegaskan bahwa manhaj atau ciri khas model pendidikan Al Azhar Asy Syarif adalah Wasatiah (keseimbangan/moderat), yaitu dengan manhaj ini, Al-Azhar dan Azhary (alumni al Azhar Asy Syarif) menempatkan dirinya sebagai penengah atas konflik horizontal yang biasa terjadi di dalam internal masyarakat Islam, yaitu antara kelompok Liberal dan Radikal (ekstrimisme). Al-Azhar dengan pemahamannya yang terbuka telah memberikan ruang bagi terciptanya kesatuan antar umat Islam dan dengan umat agama lainnya tanpa kekerasan dan tanpa menggadaikan akidah dan Wataniyah (Kebangsaan). Setiap yang belajar di lembaga al Azhar asy Syarif harus menjauhi sikap fanatic buta (taashub) dan pengkhianat bangsa.

MA Al Azhar Asy Syarif Indonesia Filial MAN 4 Jakarta merupakan bagian dari lembaga pendidikan terpadu yang merupakan jenjang pendidikan lanjutan dari MTsN Al-Azhar Asy-Syarif yang selanjutnya disebut (matasya) dan MIN Al-Azhar Asy-Syarif yang selanjutnya disebut (Minasi) yang didirikan atas kerjasama Departemen Agama Republik Indonesia dengan Al-Azhar Kairo Republik Arab Mesir di Bidang Pengembangan Ilmu dan pendidikan yang telah ditandatangani pada tanggal 28 Sya’ban 1416 H bertepatan dengan 19 Januari 1996 di Jakarta. Madrasah Al-Azhar Asy Syarif ini secara resmi menyelenggarakan pendidikan dalam pendaftaran siswa-siswi baru untuk tingkat Ibtidaiyah (selanjutnya disingkat Minasi) pada tahun pelajaran 2000 / 2001. Berdasarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 490 tahun 2001 tertanggal 16 Nopember 2011. Sedangkan MTsN Al Azhar Asy Syarif (selanjutnya disingkat Matasya) mulai menerima pendaftaran siswa baru pada tahun 2006 – 2007, dan dinegerikan pada tanggal 6 Maret 2009 berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI nomor 48 tahun 2009. Sedangkan MA Al Azhar Asy Syarif (Mayasya) baru membuka penerimaan siswa baru tahun 2011 dan 2012.

MA Al Azhar Asy Syarif Indonesia Filial MAN 4 Jakarta terletak di Jalan Muh. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berdekatan dengan beberapa perguruan tinggi, antara lain Institut Sains Teknologi Nasional (ISTN), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pancasila, Akademik Pimpinan Perusahaan (APP), dan sebagainya. Hal itu memberi nampak yang cukup positik sebagai lingkungan yang bernuansa akademik dan berpendidikan. Di samping itu berdekatan dengan media pembelajaran bernuansa lokal, misalnya pusat kesenian Betawi Setu Babakan dan Islamic Center. Hal ini memberi alternatif bagi guru dalam pengembangan pendidikan secara langsung dengan media pendidikan.

Kurikulum yang digunakan di Mayasya adalah gabungan dari 2 kurikulum yaitu kurikulum nasional (Kurikulum 2013) dan kurikulum Al-Azhar Asy-Syarif Mesir. kurikulum Pendidikan nasional yaitu kurikulum materi umum, seperti matematika, B. Indonesia, IPA dengan bagiannya, IPS dengan bagiannya, dan lain-lain. Sedangkan kurikulum Al-Azhar Asy-Syarif yaitu kurikulum agama dan bahasa arab yang digunakan di Al-Azhar Mesir dan diadaptasikan dengan kurikulum agama Islam sesuai kurikulum yang ditetapkan Kementerian Agama. Guru pengasuh setiap mata pelajaran al azhar ini adalah tenaga pengajar khusus dari Mesir (native speaker), alumni Al-Azhar Kairo Mesir, dan khusus guru al Qur’an al-Karim adalah alumni PTIQ dan IIQ yang sudah hafal 30 juz.

 

Pola Kerjasama dengan Al-Azhar Mesir

Mayasya merupakan bagian dari madrasah terpadu a-Azhar asy-Syarif Indonesia, di mana keberadaan madrasah ini tidak lepas dari:

  • banyaknya antusias orang tua di Indonesia yang mengingkan anaknya melanjutkan pendidikan di al-Azhar Mesir sebagai pusat pendidikan Islam terbesar di dunia
  • Mempersiapkan dan membekali siswa yang akan melanjutkan pendidikan di al Azhar agar lebih siap
  • Membantu dan memfasilitasi anak-anak diplomat asing (khususnya Timur Tengah) untuk tetap mendapatkan pendidikan yang diakui di negaranya
  • Memberikan pilihan alternatif dalam pengembangan pendidikan agama di Indonesia

Dan dasar pola kerjasama antara madrasah al-Azhar asy-Syarif Indonesia dengan al-Azhar Mesir tercantum dalam pakta kerjasama antara Kementerian Agama RI dengan al-Azhar Mesir. Dalam MoU tersebut, terdapat beberapa poin berikut ini:

  • Pendirian lembaga pendidikan yang dimulai dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah.
  • Al Azhar Asy-Syarif dari Mesir memberikan pelatihan pengajaran kepada guru-guru madrasah Al Azhar Asy Syarif Indonesia
  • Al Azhar Asy-Syarif dari Mesir mengirim Native Speaker untuk bertugas di madrasah Al Azhar Asy Syarif Indonesia
  • Madrasah Al Azhar Asy-Syarif Indonesia menerapkan pembelajaran sesuai kurikulum Al Azhar Asy-Syarif Mesir.
  • Kementerian Agama menanggung semua biaya akomodasi dan asuransi kesehatan bagi Native Speaker yang dari Al Azhar Mesir.
  • Guru pengajar materi Al Azhar adalah native speaker dari Mesir atau alumni universitas al Azhar Asy Syarif Indonesia
  • Siswa terakhir madrasah al azhar asy syarif Indonesia mengikuti ujian materi kurikulum al Azhar Mesir dengan menggunakan soal-soal yang dikirim langsung dari Mesir lewat Kedutaan Besar Mesir di Indonesia
  • Siswa yang menyelesaikan pendidikannya di madrasah al-Azhar Asy-Syarif Indonesia berhak mendapatkan ijazah kesetaraan (mu’adalah) dari Al-Azhar Mesir, dan bisa melanjutkan pendidikan selanjutnya di Mesir tanpa tes.