Bertepatan dengan kedatangan Said Nursi ke Istanbul 11-17 Mei 1953, orientalis terkenal asal Inggris, Alfred Gullaume datang ke Universitas Istanbul untuk memberikan serangkaian ceramah selama satu pekan. Gagasan-gagasan kontroversial yang dia kemukakan membangkitkan reaksi kemarahan dari civitas akademika di Univ. Istanbul. Muhsin Alew, yang saat itu hampir wisuda dari jurusan filsafat, menghadiri ceramah pertama Alfred Gullaume bersama Ziya Arun. Sang orientalis mengawali hari pertama ceramahnya dengan menyangkal kebenaran ayat al-Qur‘an tentang “tujuh langit” dengan mengatakan bahwa saat ini astronomi telah sangat maju dan tidak ditemukan adanya tujuh lapisan langit atau angkasa; dengan demikian ayat tersebut berlawanan dengan ilmu pengetahuan. Kedua murid itu memberitahu Nursi tentang ceramah tersebut, dan Nursi menyusun sebuah risalah yang terdiri atas bagian-bagian yang diambil dari Risalah Nur (lih. a.l. Cahaya XII). Keesokan harinya mereka pergi ke universitas dan membagikan salinan risalah itu. Surat tersebut dibacakan kepada sang orientalis dengan terjemahannya sebelum ceramah hari keduanya.
Gullaume: Siapa yang nulis risalah ini?
“Seorang alim ulama yang bernama Bediuzzaman Said Nursi”. Kata mahasiswa yang mendampingi. Di hari kedua tersebut, Gullaume mempersingkat ceramahnya, dan segera meninggalkan Turki, menyudahi kunjungannya lima hari sebelum berakhir.

Disadur M Mahdy Mohamad (Cairo) dari Şon Sahitler, Necmettin Şahiner