Di al Azhar, yaa.. Al Azhar. Suatu saat seorang pengajar senior di Al Azhar dari paruh pertama abad 20, Saleh al Ja’fari masuk ke masjid Al Azhar. Sedang ada renovasi, dilihatnya tanah berserakan di lantai. Terbetik di benaknya, “Apaan! Tanah ini bikin kotor saja.”
Malamnya Al Ja’fari bermimpi didatangi seseorang. “Hei, Ja’fari, itu bukan tanah biasa. Tak sejengkal pun tersisa di-sujud-i ulama dan pelajar selama beratus-ratus tahun!”
Fakta syeikh dan pelajar al Azhar yg mencari “mana lagi posisi dari masjid jami’ al Azhar yg ia belum jejak dalam shalat sunnah. Dan, hingga kini pula, tarekat Ja’fariyah, pengikut syeikh Saleh Ja’fari eksis dengan sekretariat di dekat kompleks al Azhar. Posisi syeikh Saleh ketika menyampaikan pelajaran cukup unik, yakni menghadap kiblat. Kalimat pembukanya juga mantap. Setelah hamdalah dan salawat: “Berikut ilmu-ilmu dan kitab-kitab sebagaimana kami terima riwayatnya dari guru-guru kami.” Semua ilmu syeikh Saleh ada dan lengkap sanadnya.
Ikuti kisah-kisah dan ulasan berbagai kitab klasik ilmu-ilmu Islam dan Arab di alazhartvsite, di Internet.
Salam hangat. (zainal @ pesantren pondok petir)