Orang yang mengenal dekat Rasulullah saw menarik kesan kuat bahwa beliau sosok yang memberi tanpa rasa kuatir jatuh miskin. Bila sedang dalam kondisi ekonomi baik, Nabi saw membuat persiapan pangan setahun. Tetapi, persiapan itu terkadang tidak bertahan sampai sebulan karena diinfakkan kepada yang memerlukan.
Banyak orang saleh bertekun mengikuti jejak Sang Nabi saw–berinfak dalam jumlah kecil dan besar. Tersebutlah, seorang alim hadis bernama Abdullah ibnus Shiddiq al Ghumari. Suatu hari, duduk di kafe di dekat al Azhar, beliau didekati seorang peminta. Al Ghumari pun merogoh kocek yang berisi selembar uang 100 pound. Pound Mesir kala itu masih sangat besar nilainya. Konon, uang segitu bisa untuk beli satu apartemen. Wow..
Duduk dekat dari kejadian itu, seorang simsar (makelar) berteriak, “Heii, gila, si gembel dapat sedekahan seratus pound!!!” Al Ghumari pun beranjak menjauh.

Ikuti ulasan kitab-kitab klasik di alazhartvsite, youtube.

zainal@pesantrenalnahdlahpondokpetir