Komentar atau ulasan kitab suci al Qur’an populer disebut “Tafsir”. Komentar atau ulasan kitab suci hadis Nabi saw lazim disebut “Syarah”. Komentar atau penjelasan atas buku-buku pelajaran (Matan) juga disebut “Syarah”. Komentar atas syarah disebut “Hasyiah”. Komentar atas hasyiah disebut “Taqrîrât”. Komentar yang dikomentari lagi dan dikomen lagi, dan seterusnya.
Ada ungkapan populer di kalangan pelajar agama, “Man lam yaqra’ el hawâsyî mâ hawâsyî: Siapa tak membaca komentar kitab sama dengan kentongan nyaring.”
Di belakang masjid jami’ al Azhar, terdapat sebuah masjid yang popular dengan nama “Masjid as Syârihayn”. Masjid dua komentator, yakni komentator atas kitab hadis “Sahih al Bukhari”: al Qasthallani dan al ‘Eiyni. Al ‘Eyni menulis kitab “‘Umdat al Qari” meninggal pada 762 (1361 M) sedang al Qasthallani yang menyusun “Irsyad es Sari” meninggal pada 851 (1517 M).
Di dalam Masjid as Syârihayn, terdapat makam ke dua komentator keren itu. Bentuk makam mereka bersusunan. Ajaib. Al fatihah.

Ikuti ulasan kitab-kitab klasik di alazhartvsite, youtube.

zainal@pesantrenalnahdlahpondokpetir