Tiga orang anak muda datang ke rumah nabi SAW. Rumah, jangan bayangkan rumah kita umatnya seakarang ini. Rumah beliau 3 x 4 meter, menempel dengan masjid, minim perabot, minus wc. 9 “rumah-kamar” isteri-isteri beliau sangat bersahaja. Tiga anak muda ini datang meneliti bagaimana intensitas ibadahnya nabi. Mereka bertanya, dan mendapat jawaban.
Menurut mereka, lha, segitu itu, bila diikuti secara saksama agak-agak kurang, gimana gitu. Nabi SAW ini, kan, udah dapat “jaminan” dari Ilahi: diampuni kekurangannya, baik lalu atau pun yg akan datang. Sedang kita ini tidak punya jaminan macam itu. Jadi, kita perlu beribadah dengan intensitas lebih tinggi. Lalu, mereka satu-persatu membuat semacam “pernyataan tekad”.
yg satu berkata: “saya akan bersembahyang semalam suntuk, untuk slamanya. tidak akan lagi tidur malam.”
yang kedua: “saya bakal berpuasa tak putus-putusnya, makan siang, no!”
yang ketiga: “saya akan menjomblo, bertahan tidak akan menikah, kawin, nehi!
Nabi SAW pun datang dan menanggapi: “oh ya, kalian ini yang ngomong gini…gini.. iya, benar?”
“…..”
ingat ye.. saya ini org yg paling kagum, takut, dan taqwa kepada Ilahi. Kendati demikian, saya salat malam dan saya juga tetap tidur malam, selang seling, saya pun puasa, tetapi tidak tiap hari saban tahun. Saya pun menikah. Itulah sunnah-ku, ikutlah sunnah-ku, karena bila tidak suka berarti tidak layak masuk ke dalam golonganku!”

salam zynal @pesantren pondok petir