Ihsan Üstündag, perwira lokal di Barla mengisahkan kepergiannya bersama seorang ahli kimia, dokter dan seorang pegawai keuangan untuk menemui ustadz Said Nursi. Ketika dalam perjalanan menuju Barla dengan perahu melewati Danau Eğirdir, terjadi sebuah percakapan tentang agama. Ahli kimia yang minim keyakinan religi angkat bicara dengan nada meragukan, “Anda katakan Tuhan itu ada, lalu mengapa Tuhan menciptakan kejahatan? Kami tidak berhasil meyakinkannya. Kami hanya memberitahu dia tentang Nursi, dan berkata: “Jangan berkata apa-apa lagi atau kami akan melemparkan Anda ke danau! Kita sedang menuju Barla, dan anda bisa bertanya kepada Hoca Efendi (sebutan dan panggilan untuk ulama) di sana; dia pasti akan memberi Anda jawaban yang bagus. Begitu tiba, kami langsung menuju rumah ketua distrik dan, bahkan sebelum meminum kopi kami, kami mengatakan, kami ingin segera mengunjungi Nursi.
Nursi menerima kami dengan senang, bahkan harus berdiri menyambut kami. “Seharusnya saya yang mengunjungi Anda, tapi Anda telah mengunjungi saya. Katanya dengan tulus. Sebelum kami sempat mengajukan pertanyaan apa pun, dia mulai bicara tentang kebaikan dan kejahatan. Dia pun mulai mengulas, “Sekarang saya akan menjelaskan kepada Anda bagaimana kejahatan bisa menjadi kebaikan”. Kami menarik nafas panjang keheranan. Dia kemudian memberi ilustrasi, “Mengamputasi lengan yang terinfeksi gangrene bukan suatu hal yang buruk, sebaliknya merupakan hal yang bagus. Jika tidak dipotong, seluruh tubuh akan terinfeksi. Itu berarti, Allah menciptakan kejahatan untuk kebaikan”. Kemudian dia menoleh kepada dokter dan ahli kimia, “Anda adalah seorang dokter dan seorang ahli kimia, anda lebih tahu tentang hal ini daripada saya.” Ahli kimia itu menjadi sepucat kapur tulis. Dia benar-benar tertegun, tidak dapat berbicara karena malu. Mereka sadar, mereka belum mengatakan siapa diri mereka sebenarnya.
Nursi memberi sebuah contoh lain, “Kalau Anda menaruh beberapa telur di bawah seekor kalkun dan sebagian menetas dan sebagian lagi tidak, mungkinkah Anda mengatakan itu sebuah kejahatan? Seekor anak kalkun yang berhasil menetas senilai 500 telur. Akhirnya dia memberi penjelasan detil tentang jantung. Beberapa hari kemudian, Dr. Kemal Bey mengatakan kepada saya bahwa dia tidak pernah mendengar penjelasan ilmiah tentang jantung yang sedemikian bagus sebelumnya, bahkan dari para profesor! Sumber: Son Şahitler, Şahiner, Necmettin .

(@mahkamah#zynal @pesantren pondok petir alumni Al Azhar Kairo 1998)