Dua orang siswa kelas 1 SD sedang tebak-tebakan, di antara mereka bertanya “Lahir di Arab, hidup di Arab, makan dan Minum di Arab, tapi tidak bisa Bahasa Arab, Apa ayooo?” Mungkin bagi kita yang sudah dewasa gampang saja menjawabnya, namun jika tebakan itu dianalogikan kepada kita misalnya “Lahir di Indonesia , hidup di Indonesia , makan dan minum di Indonesia namun tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, siapa ayooo?” Kita sebagai putra-putri bangsa Indonesia apalagi sudah sering memperingati hari sumpah pemuda mungkin masih ragu untuk menjawab pertanyaan di atas, bahkan bertanya-tanya  dalam hati benar tidak sih kita bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar? Sejauh mana pengetahuan dan kemampuan kita tentang bahasa Indonesia?

Berangkat dari alasan yang tersirat di atas, MA Al-Azhar Asy-Syarif mengadakan kegiatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para peserta didik bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang bertempat di Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang diselenggarakan pada hari Selasa, 10 Maret 2020 ini diikuti oleh 104 Peserta didik kelas X dan XI.

Sekitar jam 07.00 Setelah mendapatkan pengarahan dari Waka.Bid Kurikulum dan para guru, peserta didik berkemas menuju Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan mengendarai bus sekolah dan didampingi oleh 5 orang guru yakni; Ustdh. Hilmawati selaku Guru  bahasa Indonesia, Ustad. Ainul Ghazi, Ustad. Ahsanul Husna, Ustad. Zainul Arifin, dan Ustdh Fauziyah yang merupakan wali kelas di kelas X dan kelas XI.

Materi UKBI  meliputi  empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Peserta didik melakukan uji untuk 4 seksi,  yaitu seksi mendengarkan, seksi merespon kaidah, seksi membaca, dan seksi menulis. Waktu simulasi ditambah pengerjaan kurang lebih 2 setengah jam.

Mengenai tujuan dan target dari kegiatan ini ustdh Hilmawati selaku pengampu matapelajaran Bahasa Indonesia mengatakan bahwa kegiatan ini adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam berbahasa indonesia seperti halnya tes bahasa lainnya (TOEFL dan TOAFL) baik dalam mendengar, membaca, menulis berbicara. Kemampuan ini merupakan pintu gerbang siswa memahami ilmu-ilmu lainnya. Ditanya tentang kegiatan ini, salah seorang peserta yaitu Ahmad Faras Suja X Agama mengatakan “Ujiannya beda dengan ujian bahasa indonesia di sekolah”. Luhur salah satu siswa kelas X IPA berkomentar “UKBI Penting juga bagi kita untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia karena selama ini kita ngomong aja, tapi belum tentu tata bahasanya benar.” (Humas)

Mayasya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *