THABUR SEBAGAI PEMBUKA HARI

thabur

Thabur merupakan salah satu pembiasaan yang dilakukan oleh siswa siswi mayasya sebelum masuk kelas atau pembelajaran pertama dimulai. Alokasi waktu thobur adalah 30 menit. Thabur boleh dilaksanakan di mana saja, jadi tidak mesti di depan kelas. Dalam kegiatan ini diisi dengan pembinaan bacaan dan hafalan al Qur’an, muraja’ah pelajaran, evaluasi kegiatan kelas, maupun pembinaan konseling, dan diakhiri salat dhuha.

Ustadz Abdullah menyampaikan bahwa salah satu sasaran pokok dalam thabur adalah menumbuhkan kesiapan memulai kegiatan harian di madrasah dengan nyaman dan kesadaran berdisiplin diri. Yaitu ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan atau tata tertib. Dengan landasan itu, harapannya adalah setelah anak-anak berkumul dalam kegiatan thabur dan dimotivasi, mereka bisa membawa suasana nyaman dalam persiapan menerima pelajaran, dan mereka menerapkan disiplin terhadap tata tertib sekolah, salah satunya adalah tertib ketika masuk kelas.

Selanjutnya, ustadz Muhamadong menambahkan pembiasaan thabur ini untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri siswa, membangun kepercayaan antar siswa baik sebagai pemimpin dan sebagai anggota, dan juga membudayakan sikap jujur. Membiasakan siswa siswi melakukan hal-hal positif di madrasah bisa membantu perkembangan karakternya. Secara tidak langsung pembiasaan merupakan cara yang ampuh untuk mendidik karakter siswa yang disiplin, tanggung jawab, dan berani, serta senantiasa menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar. Oleh sebab itu kita akan terus menerapkan pembiasaan sehari-hari siswa ketika memasuki pintu gerbang madrasah sampai mereka mengawali kegiatan kelas. (Abdul Kadir)

Hilma