KELAS X AGAMA BELAJAR BAHASA ARAB DENGAN SYEKH DARI AL-AZHAR

Madrasah Aliyah Al-Azhar Asy-Syarif filial MAN 4 Jakarta adalah salah satu Madrasah di bawah naungan Kementrian Agama RI yang mengadakan MOU dengan lembaga pendidikan islam tertua di dunia yaitu Al-Azhar Asy-Syarif Cairo, Mesir. MOU ini dimulai sejak tahun 2001 dimulai dari jenjang sekolah dasar dilanjutkan jenjang Tsanawiyah dan Aliyah.

Di antara bentuk MOU tersebut adalah pengutusan delegasi guru dari Al-Azhar Asy-Syarif Cairo Mesir untuk MA Al-Azhar Asy-Syarif yang silih berganti setiap 3 tahun sekali dari awal berdirinya sampai sekarang. Pada tahun ini delegasi guru yang diutus dari Al-Azhar Asy-Syarif Cairo Mesir adalah Syekh Abdul Majid Ramadhan, MA. Beliau Adalah Lulusan fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar Asy-Syarif dan sekarang mengampuh Materi Bahasa arab di MA Al-Azhar Asy-Syarif yang meliputi, Muhadatsah, Nahwu Sharaf, Arudl dan Balaghah.

Kelas X agama merupakan kelas yang paling banyak mendapat kesempatan belajar dengan Syekh kerena memang paling banyak pelajaran kurikulum Al-Azhar Mesir. Dalam seminggu, kelas agama mendapat 2 jam pelajaran untuk belajar bahasa Arab dengan syekh. Ketika ditanya mengenai kesannya ketika pertama masuk kelas X Agama, Syekh mengatakan sangat senang bisa mengajar di kelas yang siswanya baik-baik, tawadhu’ dan pintar. Namun, perlu usaha yang lebih keras untuk memberi pemahaman kepada siswa karena sebagian besar mereka belum memahami bahasa Arab dengan baik. Ini merupakan tantangan bagi saya dalam menyampaikan amanah agama dan amanah Al-Azhar Asy-Syarif kepada siswa-siswa di sini. Begitu juga semua guru di sini juga mengemban amanah Al-Azhar Asy-Syarif untuk mengejarkan kurikulum Al-Azhar dan bahasa Arab kepada siswa.

Hizba, salah satu siswa X agama mengaku sangat senang mendapat kesempatan belajar bahasa Arab dengan Syekh karena bisa belajar memahami bahasa Arab dari orang Arab langsung, menambah mufradat dan belajar lahjah Arab. Senada dengan Hizba, Faras juga berkomentar “Saya senang belajar bahasa arab dengan Syekh, ternyata syekh tidak galak seperti yang saya bayangkan sebelumnya”. Muhammad Nasya juga berungkap, “Saya senang belajar bahasa Arab dengan Syekh kalau bisa setoran Al-qur’an juga dengan syekh”. “Saya merasa senang bisa belajar bahasa Arab dengan Syekh. Cara menerangkan pelajarannya bagus dan rinci,” ungkap Yusuf.
Berbeda dengan siswa banin, siswa banat malah merasa kurang nyaman, “saya Cuma bisa mendengarkan jika sedang belajar dengan syekh, saya ngga’ paham” ungkap Adelia. Begitu juga Shifwa, “Saya kalau pelajaran syekh takut ditanya, padahal saya kurang paham bicaranya” ungkapnya. Tarisa juga merasa sama dan angkat bicara, “Sebenarnya belajar dengan syekh menyenangkan namun saya tidak sepenuhnya memahami bicaranya. Mungkin karena saya belum terbiasa”.

Ustad Kadir Ahmad, Lc, MA. Selaku Wakil Kepala Sekolah mengatakan, bahwa Syekh diberi jam mengajar di kelas supaya siswa-siswi terbiasa mendengarkan lahjah Arab langsung dari orang Arab. Harapannya adalah agar siswa-siswa MA Al-Azhar Asy-Syarif lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arabnya karena bahasa Arab adalah bahasa Al-qur’an, bahasa Hadist Nabi, dan juga bahasa ahli surga. Kami segenap civitas MA Al-Azhar Asy-Syarif Filial MAN 4 Jakarta mengamini harapan tersebut. (Mahmut Baidowi)

belajar dengan syekh

Hilma